Inilah Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Inilah Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian “Untuk Perlu Diketahui”

Inilah Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai fungsi kondensor, untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut ini. Pada sistem pengapian yang dimana masih konvensional atau sistem pengapian yang masih menggunakan platina untuk memutus dan menghubungkan arus primer yang ada di koil agar terjadi induksi tegangan tinggi.

Kondensor memiliki fungsi yang sangat important, yaitu berfungsi untuk mencegah percikan bunga api yang terjadi pada platina. Percikan bunga api tersebut terjadi pada platina dapat membuat kontak point yang terdapat pada platina cepat aus, maka dari itu apabila tidak dilengkapi dengan kondensor maka platina akan cepat mengalami kerusakan (aus).

Kondensor ini berbentuk silinder kecil, kondensor terdiri dari beberapa lembar kertas timah yang masing-masing lembar tersebut diberi kertas paraffin. Lembaran-lembaran tersebut kemudian digulung dengan ketat, hingga membentuk sebuah silinder. Masing-masing dari kumpulan plat tersebut kemudian dihubungkan dengan satu kawat yang nantinya akan menjadi kutub positif dan negatif.

Kondensor ini terpasang pada di distributor, ada yang dipasang di dalam distributor, tetapi ada juga yang dipasang di luar distributor. Untuk mobil toyota kijang rata-rata dipasang di luar bodi distributor.

Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian

Kondensor pada sistem pengapian berfungsi untuk menyerap loncatan bunga api yang terjadi antara breaker point yang ada pada platina. Loncatan bunga api ini terjadi pada saat platina mulai membuka, tujuan utamanya ialah untuk menaikkan tegangan yang ada pada coil skunder (tempatnya kumparan skunder). Tujuan lainnya juga adalah untuk membuat platina lebih awet. Bagaimana bisa kondensor dapat menaikkan tegangan yang ada pada kumparan skunder coil,,,? Ini penjelasannya.

Arus primer akan mengalir menuju ke kumparan primer, yang apabila arus primer ini diputus oleh platina secara tiba-tiba akan menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi sekitar 500 volt pada kumparan primer dan 10.000 volt atau lebih pada kumparan sekunder yang pada ignition coil. Induksi diri tersebut dapat menyebabkan arus tetap mengalir dalam bentuk bunga api pada breaker point. Hal ini disebabkan karena gerakan pemutusan platina relatif lebih lambat dibandingkan dengan gerakan aliran listrik.

Apabila terjadi loncatan bunga api pada platina, maka pemutusan arus primer tidak terjadi dengan maksimal. Akibatnya tegangan tinggi yang dihasilkan pada kumparan sekunder juga kurang maksimal. Agar tegangan yang dibangkitkan pada kumparan skunder lebih maksimal, maka pemutusan arus primer harus terjadi lebih cepat.

Dalam hal ini pada saat arus primer tersebut mengalir maka akan terjadi sebuah hambatan pada arus tersebut, hal ini disebabkan oleh induksi diri yang terjadi pada waktu arus mengalir pada kumparan primer. Induksi diri tidak hanya terjadi pada saat waktu arus primer tersebut mengalir, akan tetapi juga pada waktu saat arus primer tersebut diputuskan oleh platina saat mulai membuka. Dalam pemutusan arus primer yang secara tiba-tiba pada saat waktu platina akan membuka, hal ini akan menyebabkan bangkitnya tegangan tinggi 500 v pada kumparan primer dan 10.000 v atau lebih pada sebuah kumparan sekunder pada ignition coil tersebut.

Jadi induksi diri tersebut, dapat menyebabkan sebuah arus primer yang akan tetap mengalir melalui bunga api yang terbentuk pada breaket point. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Hal ini dikarenakan gerakan platina dalam memutuskan arus primer relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan gerakan aliran listrik yang dimana ingin terus melanjutkan alirannya ke massa/ground/body. Jika terjadi loncatan bunga api pada platina dalam hal pada saat platina mulai membuka, maka dalam pemutusan arus primer tidak akan terjadi dengan cepat dan maksimal, padahal tegangan dibangkitkan pada kumparan sekunder akan menjadi naik apabila pemutusan arus primer terjadi lebih cepat.

Untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada platina, maka pada rangkaian sistem pengapian konvensional dipasaanglah kondensor untuk menyerap loncatan bunga api. Kondensor ini ada umumnya dirangkai secara paralel dengan platina. Besar kapasitas kondensor menjukkan kemampuan dari kondensor tersebut. kemudian kapasitas satu kondensor bisa diukur dengan satuan mikro farad. Misalnya kapasitor dengan kepasitas 0,22 micro farad atau 0,25 micro farad.

Demikianlah pembahasan mengenai Inilah Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:

Inilah Fungsi Kondensor Pada Sistem Pengapian | Rojali | 4.5
Shares